Senin, 25 November 2019

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
KEJENUHAN DALAM BELAJAR



DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 12:

1.     Suci Cahayati   (1820203072)

2.     Dwi Wahyuni   (1830203097)


 Dosen Pengampu    :Dr. Saipul Annur, M.Pd


PROGAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS IlMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PELEMBANG 2019







PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Belajar merupakan inti dari pendidikan. Tanpa belajar tidak akan ada pendidikan. Karena belajar adalah proses untuk berubah dan berkembang. Dalam pendidikan formal dan non-formal proses belajar menjadi tanggung jawab pengajar di dalam kelas. Dalam proses belajar tidak jarang di temukan kendala-kendala dalam belajar. Salah satunya yang sering di jumpai adalah jenuh. Peserta didik seringkali merasakan kejenuhan dengan berbagai faktor penyebab, serta mata pelajaran yang tidak disukai, guru tidak disukai, metode yang digunakan pendidik dan masih banyak lagi.
Jika tidak diatasi, kejenuhan ini dapat menjadi penyebab turunnya prestasi peserta didik dan membuat tujuan tidak tecapai.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari kejenuhan dalam belajar?
2.      Apa faktor dan ciri anak yang mengalami kejenuhan dalam belajar?
3.      Bagaimana cara mengatasi kejenuhan dalam belajar?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari kejenuhan dalam belajar
2.      Mengetahui faktor dan ciri anak yang mengalami kejenuhan dalam belajar
3.      Mengetahui cara mengatasi kejenuhan dalam belajar




PEMBAHASAN
A.    Pengertian kejenuhan belajar
Kejenuhan belajar adalah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi sehimgga tidak  mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh juga berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, selain siswa mengalami kelupaan, ia sering mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar. Peristiwa jenuh ini kalau dialami seseorang siswa yang sedang dalam proses belajar dapat membuat siswa tersebut merasa telah memubazirkan usahanya. Siswa merasa pengetahuan da kecapaan yang diperoleh dari belajar tidak memperoleh kemajuan. Biasanya, siswa yang mengalami kejenuhan belajar akan enggan memperhatikan guru mengerjakan tugas. Banya mangkir atau malas – malasan  dan prestasi belaar menurun. Apabila kejenuhan telah mendera siswa, biasanya meski waktu yang digunakan untuk belajar sangat lama, namun takkan mendatangkan hasil yang optimal.
Menurut Robert, kejenuhan belajar ialah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk, tetapi tidak mendapatkan hasil. Selain itu ada juga pendapat yang mengatakan kejenuhan belajar merupakan suatu kondisi mental seorang pelajar atau mahasiswa mengalami kebosanan untuk melakukan aktivitas belajar, yang menyebabkan motivasi belajar menurun. Jadi dapat disimpulkan bahwa kejenuhan belajar adalah menurunnya kondisi mental peserta didik yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar, sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang kurang memuaskan.
Menurut Cross (1974) dalam bukunya the psychology of learning, keletihan siswa dapat dikategorikan menjadi tiga macam yakni (Marbun, 2018): 1). Keahlian indera siswa, 2). Keletihan fisik siswa, 3). Keletihan mental siswa.
Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang di peroleh dari belajar tidak adanya kemajuan.tidak adanya kemajuan hasil belajar ini umumnya tidak berlangsung selamanya, tetapi dalam rentang waktu tertentu saja.seorang siswa yang sedang dalam keadaan jenuh, sistem akalnya tidak dapat berkerja sebagai mana yang diharapkan dalam memperoses item-item informasi atau pengalaman baru, sehingga kemampuan belajar seakan-akan “jalan di tempat”.
B.      Faktor dan Ciri anak yang mengalami kejenuhan belajar
1.      Ciri-ciri anak yang mengalami kejenuhan belajar
Kejenuhan merupakan bagian dari masalah dimana indikatornya adalah hasil belajar yang rendah, lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya, menunjukan sikap-sikap kegiatan yang tidak wajar, seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya, menunjukan perilaku yang berkelainan sperti sering membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, menggaggu dalam atau luar kelas, tidak mau mencatat  pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar.
2.      Faktor – faktor anak yang mengalami kejenuhan belajar
Dalam belajar diperlukan aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukakn kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip – prinsip atau asas – asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar. Dalam dinamika kehidupan manusia berpikir dan berbuat sebagi suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan begitu juga di dalam belajar sudah barang tentu tidak mungkin meninggalkan dua kegiatan, berpikir dan berbuat. Seseorang yang telah berhenti dan berbuat perlu diragukan eksistensi kemanusiaannya. Hal ini sekaligus juga merupakan ha,batan bagi proses pendidikan  yang bertujuan ingin memanusikan manusia. Abu ahmadi dan widodo supriyono dalam bukunya mengemukkan berbagai contoh aktivitas belajar dalam situasi (Annur, psikologi pendidikan, 2019) :
a.       Mendengarkan
b.      Memandang
c.       Meraba, mebau, dan mencicipi/mengucap
d.      Menulis atau mencatat, membaca
e.       Membuat ihtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi
f.       Menyusun paper atau kertas kerja
g.      Mengingat
h.      Berfikir
i.        Latihan atau praktek
Setidak nya ada empat faktor penyebab keletihan mental siswa yakni :
a.       Karena kecemasan siswa terhadap dampak negative yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri.
b.      Karena kecemasan siswa terhadap standar/patokan keberhasilan bidang bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan mempelajari bidang bidang studi tadi.
c.       Karena siswa berada di tengah tengah situasi kompetitif yang ketat dan menurut lebih banyak kerja intelek yang berat.
d.      Karena siswa mempercayai konsep kinerja akademik yang optimum, sedangkan dia sendiri menilai belajarnya sendiri hanya berdasarkan ketentuan yang ia bikin sendiri (self imposed ).



3.      Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar
Kejenuhan dalam bidang apa saja pada umumnya disebabkan oleh aktifitas rutin yang dilakukan dengan cara yang monoton atau tidak berubah-ubah, dalam waktu lama. Dengan demikian kejenuhan belajar biasanya lebih sering menghinggapi pelajar atau  mahasiswa yang sejak SD sudah menjadi pelajar yang rajin.
Berbagai penyebab kejenuhan belajar yang perlu diketahui di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Belajar dilakukan dengan metode yang tidak bervariasi.
2.      Belajar hanya dilakukan ditempat tertentu saja. Misalnya di kamar tidur
3.      Kondisi ruang belajar yang tidak berubah-ubah, terutama di rumah
4.      Kurang melakukan aktifitas rekreasi atau hiburan untuk menetralisir kelelahan berpikir setelah belajar
5.      Adanya ketegangan mental yang kuat dan berlarut-larut di saat belajar.
Ketegangan mental tersebut bisa timbul dari beban pelajaran yang terlalu berat, target untuk mencapai prestasi puncak, guru / dosen yang terlalu galak / killer, dan hal-hal lain yang menimbulkan ketegangan mental.

C.     Dampak Kejenuhan Belajar Bagi Siswa

Kejenuhan belajar dapat menimbulkan dampak buruk pada kondisi psikologis individu dan pencapaian prestasinya. Cherniss (1980:65) mengungkapkan bahwa dampak psikis dari kejenuhan akan berakibat  pada kemandekan pencapaian prestasi individu secara personal, akademik,sosial atau professional. Sedangkan Sugara (2011 : 19) mengemukakan bahwa dampak dari kejenuhan  belajar adalah menjadikan siswa tidak produktif  dalam belajar dan potensi yang dimilikinya terhambat. Selain itu, bentuk resistensi lain dari kejenuhan belajar juga mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak kondusifnya iklim emosional di dalam kelas. Hal ini terjadi karena siswa mengalami keletihan secara fisik, mental dan emosional.
Adapun Makmun (2001:134) mengemukakan kejenuhan belajar dinilai sebagai ketidak mampuan daya ingatan mengakomodasikan informasi atau pengaaman baru atau individu merasakan bahwa hasil belajar tidak ada kemajuan untuk beberapa waktu tertentu.
D.    Cara Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar
Keletihan mental yang menyebabkan munculnya kejenuhan belajar, bisa diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1.      Melakukan istirahat dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dengan takaran yang cukup
2.      penjadwalan kembali jam-jam dari hari-hari belajar yang di anggap lebih memungkinkan siswa lebih belajar dengan giat
3.      penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahan posisi meja tulis, lemari, rak buku dan alat-alat perlengkapan belajar sampai memungkinkan siswa merasa berada di tempat yang lebih menyenangkan untuk belajar.
4.      Memberikan motivasi dan stimulasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat dari pada sebelumnya.
5.      Siswa harus berbuat nyata (tidak menyerah atau tidak diam) dengan cara mencoba belajar dan belajar lagi, serta menggunakan metode bervariasi dalam belajar.








PENUTUP
A.   Kesimpulan
Kejenuhan belajar adalah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi sehimgga tidak  mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh juga berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, selain siswa mengalami kelupaan, ia sering mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar. Kejenuhan belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi. Salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya (Chaplin, 1972). Selain itu, kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan (boring) dan keletihan (fatigue). Namun, penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda siswa, karena keletihan dapat menjadi penyebab munculnya perasaan bosan pada siswa yang bersangkutan.
















DAFTAR PUSTAKA

Annur, S. (2019). psikologi pendidikan. Palembang: Noer Fikri.
Marbun, S. M. (2018). psikologi pendidikan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
http://wawasanbk.blogspot.com/2012/10/dampak-kejenuhan-belajar-bagi-siswa.html diakses pada tanggal 26 November 2019 pukul 13.50 WIB




MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN KEJENUHAN DALAM BELAJAR DISUSUN OLEH: KELOMPOK 12: 1.      Suci Cahayati   (1820203072) ...