MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
KEJENUHAN DALAM BELAJAR
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 12:
1.
Suci
Cahayati (1820203072)
2.
Dwi
Wahyuni (1830203097)
Dosen
Pengampu :Dr. Saipul Annur, M.Pd
PROGAM
STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS
IlMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PELEMBANG 2019
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Belajar merupakan inti dari pendidikan. Tanpa
belajar tidak akan ada pendidikan. Karena belajar adalah proses untuk berubah
dan berkembang. Dalam pendidikan formal dan non-formal proses belajar menjadi
tanggung jawab pengajar di dalam kelas. Dalam proses belajar tidak jarang di
temukan kendala-kendala dalam belajar. Salah satunya yang sering di jumpai
adalah jenuh. Peserta didik seringkali merasakan kejenuhan dengan berbagai
faktor penyebab, serta mata pelajaran yang tidak disukai, guru tidak disukai,
metode yang digunakan pendidik dan masih banyak lagi.
Jika tidak diatasi, kejenuhan ini dapat
menjadi penyebab turunnya prestasi peserta didik dan membuat tujuan tidak
tecapai.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian dari kejenuhan dalam belajar?
2. Apa
faktor dan ciri anak yang mengalami kejenuhan dalam belajar?
3. Bagaimana
cara mengatasi kejenuhan dalam belajar?
C. Tujuan
1. Mengetahui
pengertian dari kejenuhan dalam belajar
2. Mengetahui
faktor dan ciri anak yang mengalami kejenuhan dalam belajar
3. Mengetahui
cara mengatasi kejenuhan dalam belajar
PEMBAHASAN
A. Pengertian kejenuhan belajar
Kejenuhan belajar adalah padat atau penuh
sehingga tidak mampu lagi sehimgga tidak mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh
juga berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, selain siswa mengalami kelupaan,
ia sering mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar. Peristiwa
jenuh ini kalau dialami seseorang siswa yang sedang dalam proses belajar dapat
membuat siswa tersebut merasa telah memubazirkan usahanya. Siswa merasa
pengetahuan da kecapaan yang diperoleh dari belajar tidak memperoleh kemajuan.
Biasanya, siswa yang mengalami kejenuhan belajar akan enggan memperhatikan guru
mengerjakan tugas. Banya mangkir atau malas – malasan dan prestasi belaar menurun. Apabila kejenuhan
telah mendera siswa, biasanya meski waktu yang digunakan untuk belajar sangat
lama, namun takkan mendatangkan hasil yang optimal.
Menurut Robert, kejenuhan belajar ialah
rentang waktu tertentu yang digunakan untuk, tetapi tidak mendapatkan hasil. Selain
itu ada juga pendapat yang mengatakan kejenuhan belajar merupakan suatu kondisi
mental seorang pelajar atau mahasiswa mengalami kebosanan untuk melakukan
aktivitas belajar, yang menyebabkan motivasi belajar menurun. Jadi dapat
disimpulkan bahwa kejenuhan belajar adalah menurunnya kondisi mental peserta
didik yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar, sehingga berpengaruh pada
hasil belajar yang kurang memuaskan.
Menurut Cross (1974)
dalam bukunya the psychology of learning, keletihan siswa dapat
dikategorikan menjadi tiga macam yakni (Marbun,
2018): 1). Keahlian indera siswa, 2). Keletihan fisik siswa, 3). Keletihan
mental siswa.
Seorang siswa yang mengalami kejenuhan
dalam belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang di peroleh dari
belajar tidak adanya kemajuan.tidak adanya kemajuan hasil belajar ini umumnya
tidak berlangsung selamanya, tetapi dalam rentang waktu tertentu saja.seorang
siswa yang sedang dalam keadaan jenuh, sistem akalnya tidak dapat berkerja
sebagai mana yang diharapkan dalam memperoses item-item informasi atau
pengalaman baru, sehingga kemampuan belajar seakan-akan “jalan di tempat”.
B. Faktor dan
Ciri anak yang mengalami kejenuhan belajar
1. Ciri-ciri
anak yang mengalami kejenuhan belajar
Kejenuhan
merupakan bagian dari masalah dimana indikatornya adalah hasil belajar yang
rendah, lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya, menunjukan
sikap-sikap kegiatan yang tidak wajar, seperti acuh tak acuh, menentang,
berpura-pura, dusta dan sebagainya, menunjukan perilaku yang berkelainan sperti
sering membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, menggaggu
dalam atau luar kelas, tidak mau mencatat
pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar.
2. Faktor
– faktor anak yang mengalami kejenuhan belajar
Dalam
belajar diperlukan aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat.
Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukakn kegiatan. Tidak ada
belajar kalau tidak aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip –
prinsip atau asas – asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar. Dalam
dinamika kehidupan manusia berpikir dan berbuat sebagi suatu rangkaian yang
tidak dapat dipisahkan begitu juga di dalam belajar sudah barang tentu tidak
mungkin meninggalkan dua kegiatan, berpikir dan berbuat. Seseorang yang telah
berhenti dan berbuat perlu diragukan eksistensi kemanusiaannya. Hal ini
sekaligus juga merupakan ha,batan bagi proses pendidikan yang bertujuan ingin memanusikan manusia. Abu
ahmadi dan widodo supriyono dalam bukunya mengemukkan berbagai contoh aktivitas
belajar dalam situasi (Annur, psikologi
pendidikan, 2019) :
a. Mendengarkan
b. Memandang
c. Meraba,
mebau, dan mencicipi/mengucap
d. Menulis
atau mencatat, membaca
e. Membuat
ihtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi
f. Menyusun
paper atau kertas kerja
g. Mengingat
h. Berfikir
i.
Latihan atau
praktek
Setidak nya
ada empat faktor penyebab keletihan mental siswa yakni :
a. Karena kecemasan siswa terhadap dampak negative yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri.
b. Karena kecemasan siswa terhadap standar/patokan keberhasilan bidang bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan mempelajari bidang bidang studi tadi.
c. Karena siswa
berada di tengah tengah situasi kompetitif yang ketat dan menurut lebih banyak
kerja intelek yang berat.
d. Karena siswa mempercayai konsep kinerja akademik yang optimum, sedangkan dia sendiri menilai belajarnya sendiri hanya
berdasarkan ketentuan yang ia bikin sendiri (self imposed ).
3.
Faktor Penyebab
Kejenuhan Belajar
Kejenuhan dalam bidang apa saja pada umumnya
disebabkan oleh aktifitas rutin yang dilakukan dengan cara yang monoton atau
tidak berubah-ubah, dalam waktu lama. Dengan demikian kejenuhan belajar
biasanya lebih sering menghinggapi pelajar atau mahasiswa yang sejak SD
sudah menjadi pelajar yang rajin.
Berbagai penyebab kejenuhan belajar yang perlu
diketahui di antaranya adalah sebagai berikut:
1.
Belajar dilakukan dengan
metode yang tidak bervariasi.
2.
Belajar hanya dilakukan
ditempat tertentu saja. Misalnya di kamar tidur
3.
Kondisi ruang belajar
yang tidak berubah-ubah, terutama di rumah
4.
Kurang melakukan
aktifitas rekreasi atau hiburan untuk menetralisir kelelahan berpikir setelah
belajar
5.
Adanya ketegangan mental
yang kuat dan berlarut-larut di saat belajar.
Ketegangan mental tersebut bisa timbul dari beban
pelajaran yang terlalu berat, target untuk mencapai prestasi puncak, guru
/ dosen yang terlalu galak / killer, dan hal-hal lain yang menimbulkan
ketegangan mental.
C.
Dampak Kejenuhan Belajar
Bagi Siswa
Kejenuhan belajar dapat menimbulkan dampak
buruk pada kondisi psikologis individu dan pencapaian prestasinya. Cherniss
(1980:65) mengungkapkan bahwa dampak psikis dari kejenuhan akan berakibat
pada kemandekan pencapaian prestasi individu secara personal,
akademik,sosial atau professional. Sedangkan Sugara (2011 : 19) mengemukakan
bahwa dampak dari kejenuhan belajar adalah
menjadikan siswa tidak produktif dalam belajar dan potensi yang
dimilikinya terhambat. Selain itu, bentuk resistensi lain dari kejenuhan
belajar juga mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak
kondusifnya iklim emosional di dalam kelas. Hal ini terjadi karena siswa
mengalami keletihan secara fisik, mental dan emosional.
Adapun Makmun (2001:134) mengemukakan kejenuhan belajar dinilai sebagai ketidak mampuan daya ingatan mengakomodasikan informasi atau pengaaman
baru atau individu merasakan bahwa hasil belajar tidak ada kemajuan untuk
beberapa waktu tertentu.
D. Cara Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar
Keletihan
mental yang menyebabkan munculnya kejenuhan belajar, bisa diatasi dengan
cara-cara berikut ini:
1. Melakukan
istirahat dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dengan takaran yang
cukup
2. penjadwalan
kembali jam-jam dari hari-hari belajar yang di anggap lebih memungkinkan siswa
lebih belajar dengan giat
3. penataan
kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahan posisi meja tulis,
lemari, rak buku dan alat-alat perlengkapan belajar sampai memungkinkan siswa
merasa berada di tempat yang lebih menyenangkan untuk belajar.
4. Memberikan
motivasi dan stimulasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih
giat dari pada sebelumnya.
5. Siswa
harus berbuat nyata (tidak menyerah atau tidak diam) dengan cara mencoba
belajar dan belajar lagi, serta menggunakan metode bervariasi dalam belajar.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kejenuhan
belajar adalah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi sehimgga tidak mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh
juga berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, selain siswa mengalami kelupaan,
ia sering mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar. Kejenuhan
belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan
konsolidasi. Salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu
sampai pada tingkat keterampilan berikutnya (Chaplin, 1972). Selain itu,
kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada
batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan (boring) dan keletihan (fatigue).
Namun, penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda siswa,
karena keletihan dapat menjadi penyebab munculnya perasaan bosan pada siswa
yang bersangkutan.
DAFTAR
PUSTAKA
Annur, S. (2019). psikologi pendidikan. Palembang:
Noer Fikri.
Marbun, S. M. (2018). psikologi pendidikan. Ponorogo: Uwais
Inspirasi Indonesia.
https://ekonomisajalah.blogspot.com/2012/02/kejenuhan-siswa-dalam-mengikuti_06.html
diakses pada tanggal 26 November 2019 pukul 13.09 WIB
http://wawasanbk.blogspot.com/2012/10/dampak-kejenuhan-belajar-bagi-siswa.html
diakses pada tanggal 26 November 2019 pukul 13.50 WIB
